Teknologi Bidang Kesehatan

image (48)

Proses perkembangan dunia teknologi digital telah mempengaruhi banyak bidang. Salah satu bidang yang tengah mengalami penetrasi digitalisasi teknologi adalah di bidang kesehatan. Salah satu pengaruh yang menambah medium bidang kesehatan adalah dengan banyaknya bermunculan aplikasi-aplikasi kesehatan yang dapat dengan mudah diakses melalui perangkat smartphone atau tablet. Sebagai contoh, di negara-negara maju saat ini proses pemeriksanaan kesehatan telinga atau pendengaran anak telah dapat dilakukan menggunakan perangkat smartphone. melalui perangkat tersebut sang dokter dapat mendiagnosa infeksi dan mempersiapkan pengobatan yang tepat untuk pasiennya. Semakin banyaknya aplikasi mobile dibidang kesehatan tentunya akan mempermudah jalannya perawatan pasien.

Seorang peneliti dari Rock Health telah menemukan bahwa saat ini ada sekitar 13.000 aplikasi kesehatan digital. Para pasien saat ini sedikit demi sedikit telah mengikuti perkembang tren ini. Rock Health sebagai penyedia layanan ekosistem kesehatan digital bekerja menjelaskan kekuatan perawatan kesehatan secara mobile serta pengaruh teknologi di bidang kesehatan. Munculnya industri perawatan kesehatan digital saat ini telah membuat langkah yang sangat signifikan di antara para penyedia layanan kesehatan. Rock Health menemukan sekitar 75% pengobatan medis kecil dan medium serta ruang praktik dokter gigi akan mempergunakan tablet dalam beberapa tahun mendatang. Bahkan hampir 40% dokter telah menggunakan aplikasi pengobatan untuk kegiatan kesehariannya. Pengguaan teknologi di bidang kesehatan ini tentunya akan mengurangi biaya perawatan kesehatan serta meningkatkan skala para ahli kesehatan membantu banyak orang.

Sejatinya, teknologi kesehatan mobile ini bukanlah pengganti perawatan kesehatan. Ia adalah bagian dari suplemen proses perawatan kesehatan itu sendiri. Hanya saja aplikasi mobile memiliki faktor komunikasi yang lebih baik antara ahli kesehatan dan pasien itu sendiri. Namun, bisa jadi di masa depan proses perawatan kesehatan dapat Anda lakukan melalui perantara smartphone atau tablet. Hal ini dikarenakan tujuan dari kesehatan digital ini adalah untuk mempraktikkan pengobatan serta medukung kesehatan publik melalui perangkat mobile. Oleh sebab itu ada beberapa kategori aplikasi mobile yang berhubungan terkait hal tersebut.

Kategori ini termasuk seperti manajemen penyakit kronis, aturan pengobatan, monitoring kesehatan pasien, media komunikasi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, manajemen kesehatan personal, referensi peralatan pendukung kesehatan, dan lainnya. Lalu apa yang dapat dilakukan oleh perangkat mobile itu sendiri? Perangkat mobile dapat digunakan untuk mengurangi proses perawatan oleh penyedia jasa kesehatan serta proses serta proses penyembuhan penyakit. Salah satu adalah apa yang telah dilakukan oleh CellScope. Layanan tersebut telah membangun sistem perangkat keras dan lunak untuk mendiagnosa penyakit melalui perangkat mobile. CellScope menjadikan smartphone menjadi sistem pencitraan berkualitas untuk mendiagnosa. Perangkat mobile pun dapat digunakan untuk memonitor pasien beserta kesehatannya secara berkala. Aplikasi seperti Cardiio menjadikan kamera smartphone menjadi alat biosensor yang memungkinkan orang untuk menggunakan perangkat mobile miliknya untuk mengetahui kesehatannya sendiri.

Melalui contoh-contoh kecil itu, transisi perawatan kesehatan dari sudut pandang sistem rumah sakit kepada perawatan yang bersifat personal bisa jadi mampu memberikan apa yang pasien butuhkan. Lalu seberapa besar kemajuan teknologi di bidang kesehatan digital ini? Rock Health sendiri menghitung terdapat lebih dari 13.000 aplikasi kesehatan serta pengobatan yang saat ini telah beredar secara global. Hal itu belum ditambah aplikasi-aplikasi berbasis lokal yang terus bertumbuh hingga saat ini. Artinya banyak developer-developer aplikasi melihat peluang bisnis yang menggiurkan di bidang kesehatan ini. Bahkan beberapa sumber mendapatkan sekitar $700 juta keuntungan pada tahun 2011, yang berarti meningkat tujuh kali lipat dari tahun 2010. Rock Health sendiri memprediksi perkembangan bisnis di pasaran kesehatan digital ini akan bernilai sekitar lebih dari $38 milyar pada tahun 2016.

Siapa saja pengguna aplikasi-aplikasi ini? Ada tiga tipe konsumen yang biasanya memanfaatkan kecanggihan perangkat mobile serta aplikasi kesehatan. Pertama adalah mereka yang memanfaatkan aplikasi melalui pendekatan kesehatan. Biasanya mereka memanfaatkan aplikasi untuk mendiagnosa, mencatat, serta mengobati penyakit yang diderita. Kedua adalah mereka yang memanfaatkan aplikasi untuk kebugaran serta olahraga. Mereka memanfaatkan program fitness serta menemukan teman berlatih. Ketiga adalah mereka yang memanfaatkan aplikasi dengan pendekatan kesehatan serta gaya hidup. Tipe terakhir ini biasanya menggunakan aplikasi untuk mengetahui tingkat kalori serta nutrisi yang masuk ke dalam tubuh mereka. Di Amerika Serikat sendiri, beberapa organisasi kesehatan telah mendesak regulator untuk membuat peraturan baku mengenai aplikasi serta perangkat kesehatan mobile yang marak saat ini. Dan hingga saat ini hal tersebut masih menjadi perdebatan tersendiri.

jika ingin tau lebih lanjut ada lagi ni pengembangan nya...


Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system.
Berikut ini beberapa aplikasi teknologi informasi untuk mendukung manajemen kesehatan:

1.Rekam medis Berbasis Komputer (Computer Based Patient Record)

Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis berbasis komputer. Pengertian rekam medis berbasis komuter bervarisai, akan tetapi, secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam mmanajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal daarihasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG), radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas pendukung keputusan(SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.

2.Teknologi Penyimpan data Portabel

Salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang menggunakan pendekatan rujukan (referral system) adalah continuity of care. Dalam konsep ini, pelayanan kesehatan di tingkat primer memiliki tingkat konektivitas yang tinggi dengan tingkat rujukan di atasnya. Salah satu syaratnya adalah adanya komunikasi data medis secara mudah dan efektif. Beberapa pendekatan yang dilakukan menggunakan teknologi informasi adalah penggunaan smart card (kartu cerdas yang memungkinkan penyimpanan data sementara).

Aplikasi penyimpan data portabel sederhana adalah bar code (atau kode batang). Kode batang ini seudah jamak digunakan di kalangan industri sebagai penanda unik merek dagang tertentu. Hal ini jelas sekali mempermudah supermarket dan gudang dalam manajemen retail dan inventori. Food and Drug Administration (FDA) di AS telah mewajibkan seluruh pabrik obat di AS untuk menggunakan barcode sebagai penanda obat. Penggunaan bar code juga akan bermanfaat bagi apotik dan instalasi farmasi di rumah sakitdalam mempercepat proses inventori. Selain itu, penggunaan barcode juga dapat digunakan sebagai penanda unik pada kartu dan rekam medis pasien.
Teknologi penanda unik yang sekarang semakin populer adalah RFID (Radio Frequency Identifier) yang memungkinkan pengidentifikasian identitas melalui radio frekuensi. Jika menggunakan barcode, rumah sakit masih memerlukan barcode reader, maaka penggunaan RFID akan mengeliminasi penggunaan alat tersebut. Setiap barang (misalnya obat ataupun berkas rekam medis) yang disertai dengan RFID akan mengirimkan sinyal terus menerus ke dalam database komputer. Sehingga pengidentifikasian akan berjalan secara otomatis.

3.Teknologi Nirkabel

Pemanfaatan jaringan computer dalam dunia medis sebenarnya sudah dirilis sejak hampir 40 tahun yang lalu. Pada tahun 1976/1977, University of Vermon Hospital dan Walter Reed Army Hospital mengembangkan local area network (LAN) yang memungkinkan pengguna dapat log on ke berbagai komputer dari satu terminal di nursing station. Saat itu, media yang digunakan masih berupa kabell koaxial. Saat ini, jaringan nirkabel menjadi primadona karena pengguna tetap tersambung ke dalam jaringan tanpa terhambat mobilitasnya oleh kabel. Melalui jaringan nirkabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam database pasien tanpa harus terganggu mobilitasnya.

4.Komputer Genggam (PDA/Personal Digital Assistant)

Saat ini, penggunaan komputer genggam (PDA) menjadi hal yang semakin lumrah di kalangan medis. Di Kanada, limapuluh persen dokter yang berusia di bawah 35 tahun menggunakan PDA karena dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi/penanganan klinis tertentu. Beberapa situs di internet memberikan contoh aplikasi klinis yang dapat digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat memiliki akses terhadap database pasien di rumah sakit melalui jaringan internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsung PDA dan memberikan feedback kepada rumah sakit