Malnutrisi merupakan masalah yang umum dijumpai pada penderita kanker. Kaheksia pada pasien kanker merupakan sindroma yang komplek yang ditandai oleh anoreksia, penurunan berat badan, atropi otot kerangka, disfungsi sistem imun dan berbagai perubahan metabolisme. Pasien kanker yang memiliki gizi buruk memiliki respon yang buruk terhadap terapi yang diberikan.

Kecukupan nutrisi pada pasien kanker diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan energi dan protein, kadar vitamin, mineral, serta elektrolit. Kecukupan nutrisi juga diperlukan pada semua stadium penyakit karena dapat membantu mengontrol gejala yang berhubungan dengan terapi, menurunkan komplikasi pasca operasi, menurunkan tingkat infeksi dan memperpendek rawat inap.°

KEBUTUHAN NUTRISI

Selama fase pengobatan atau pemulihan, pasien kanker harus memenuhi kecukupan nutrien dengan mengkonsumsi berbagai variasi makanan yang terdiri dari bahan makanan sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan cairan. Selama sakit maupun saat sehingga pasien kanker harus memenuhi kebutuhan tersebut.!

KEBUTUHAN KALORI

Kecukupan kalori sangat diperlukan pada pasien kanker. Terdapat beberapa cara untuk menghitung kebutahan kalori tersebut :591 - Kebutuhan kalori dapat ditentukan dengan

  • menghitung keluaran energi basal atau laju
  • metabolisme basal menggunakan rumus Harris
  • Benedict yang dimultiplikasi dengan faktor aktivitas
  • dan faktor stres. Secara umum kebutuhan energi dan
  • protein sama dengan penderita dengan stres sedang
  • Pasien kanker dengan obesitas untuk

mempertahankan BB : 21-25 kal/kg BB - Pasien dewasa yang tirah baring (sedentary) : 25 30 kal/kgBB

  • Pasien yang mengalami sedikit hipermetabolisme atau yang memerlukan kenaikan BB : 30-35 kal/kgBB
  • Pasien yang mengalami hipermetabolisme atau stres berat atau malabsorbsi: 35 kal/kgBB atau dinaikkan sesuai dengan indikasi

 

KEBUTUHAN PROTEIN

Sebagian besar pasien kanker mengalami keseimbangan negatif nitrogen dan akan terus berkelanjutan. Oleh karena itu, penting memenuhi kecukupan protein untuk sintesis protein dan menurunkan degradasi protein. Panduan berikut ini dapat digunakan atau diadaptasikan untuk menentukan kebutuhan protein secara individual

  • .Mempertahankan kadar normal : 0.8-1.0 g/kgBB
  • Asupan aman untuk pasien kanker yang tidak ada stres : 1.0- 1.5 g/kg BB
  • Transplantasi sumsum tulang : 1.5 g/kg BB
  • Kebutuhan protein yang meningkat seperti

enteropati yang mengakibatkan hilangnya protein, hipermetabolisme dan wasting yang berat : 1.3 2.5 g/kg BB

KEBUTUHAN LEMAK Lemak dapat diberikan antara 30-50% dari kebutuhan kalori total.”

KEBUTUHAN CAIRAN

Beberapa pasien kanker khususnya yang sedang menjalani kemoterapi atau radiasi mudah mengalami dehidrasi. Pasien yang sedang kemoterapi sering mengalami mual, muntah dan diare sedangkan pasien yang menjalani radiasi, terutama radiasi kepala-leher sering mengalami sulit menelan, nyeri, edema, dan lain- lain. sehingga kesulitan untuk memenuhi asupan cairan. Pasien yang mendapat nutrisi enteral juga berisiko kurang cairan jika asupan cairan tidak adekuat

VITAMIN DAN MINERAL

Defisiensi vitamin (khususnya folat, vitamin C, retinol) dan mineral (Mg, Zn, Fe) dapat terjadi pada pasien kanker karena efek langsung dari tumor, efek sitokin, proses infeksi, terapi atau asupan yang tidak adekuat.

CARA PEMBERIAN NUTRISI UNTUK MEMENUHI KECUKUPAN

NUTRISI ORAL

Bila mungkin nutrisi oral merupakan pilihan utama untuk dukungan nutrisi dan merupakan cara yang paling disukai. makanan dengan porsi kecil dan sering. Untuk dapat mencukupi kebutuhan nutrisi pasien dianjurkan mengkonsumsi makanan/minuman padat kalori. Pada pasien yang tidak dapat memenuhi kecukupan nutrisi, bila perlu, dapat diberikan suplementasi diet cair.?**

NUTRISI ENTERAL

Nutrisi enteral diindikasikan pada pasien yang tidak dapat makan yang disebabkan oleh obstruksi mekanik atau anoreksia yang lama, tidak dapat makan secara oral karena efek samping terapi misalnya odynophagia, mukositis, esofagitis dan lain- lain.

NUTRISI PARENTERAL

Nutrisi parenteral diberikan kepada pasien kanker yang tidak dapat memenuhi kecukupan nutrisi secara oral maupun enteral dan juga diberikan pada pasien yang saluran cernanya tidak dapat digunakan.

TERDAPAT TIGA HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK MEMBERIKAN NUTRISI ADEKUAT PADA PASIEN KANKER :°

  1. Keadaan klinis dan status nutrisi pasien Malnutrisi terdapat pada 30-50% pasien kanker saat didiagnosis.
  2. Jenis dan lokasi tumor Jenis dan lokasi tumor merupakan variabel yang penting untuk memberikan dukungan nutrisi.
  3. Terapi medik Efek samping terapi antikanker dapat secara langsung mempengaruhi metabolisme atau asupan makanan. Jika tidak segera dilakukan terapi nutrisi maka dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan gangguan elektrolit.

 

PEMANTAUAN

Pemantauan pada pemberian nutrisi yang adekuat harus dilakukan secara rutin dan teratur meliputi : - Perubahan status medis selama terapi dan masa pemulihan - Perubahan status nutrisi yang disebabkan efek samping terapi, atau proses penyakitnya sendiri sehingga asupan tidak adekuat - Perubahan kebutuhan nutrisi selama terapi dan masa pemulihan - Perubahan parameter laboratorium selama terapi dan pemulihan Bila terdapat perubahan pada salah satu hasil evaluasi maka perencanaan nutrisi harus disesuaikan dapat berupa perubahan pilihan makanan, waktu pemberian makanan, komposisi nutrien atau cara pemberian.

KESIMPULAN

Malnutrisi atau kaheksia kanker merupakan keadaan yang sering dijumpai pada penderita kanker dan berdampak negatif terhadap perjalanan penyakit, terapi dan prognosis. Pemberian nutrisi yang adekuat diharapkan dapat memperbaiki malnutrisi yang terjadi. Dukungan nutrisi yang diberikan harus sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pasien, secara individual baik jumlah, komposisi maupun cara pemberian dan sebaiknya dilakukan sejak dini.