Ratusan peserta ikuti seminar pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun

image (48)

Sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi pencegahaan terjadinya penularan penyakit akibat limbah B3, hari ini kamis tanggal 13 sptember 2018, HAkLI (himpunan ahli kesehatan lingkungan indonesia) cabang kota tegal mengadakan kegiatan seminar sehari pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun difasilitasi pelayanan pelayanan kesehatan dengan metode 3R di aula rumah sakit umum daerah kardinah kota tegal.

Sebanyak 120 peserta mengikuti seminar tersebut, dan ditahun ini peserta mengingkat yang mengikuti dari tahun sebelumnya. Peserta yang mengikuti terdiri dari pusat pelayanan kesehatan, fasyangkes, puskesmas, DLH dan dinas/lembaga yang terkait dari unsur kesehatan. Narasumber yang mengisi acara tersebuat berjumlah 4 orang, Ibu indira isnantia sinegar dari KemenLH, Bpk. suki susanto, s.kom dari PT Arah, Bpk.Arif sholikhin dari CV Tim Medis serta Bpk. Andry hendratmoko, ST dari DLH Kota Tegal.

Kegiatan yang dibuka wakil direktur RSUD Kardinah, Ibu Chabibah. Beliau berharap dalam sambutannya : "Melalui seminar ini diharapkan mampu menjadi media edukasi, diskusi, transformasi, dan aspirasi masyarakat, maupun terhadap pengelolaan dan pemanfaatan secara efektif dan efesien, serta dapat memberikan solusi dan membangun tindakan prefentif, bersama mencegah kerusakan lingkungan, paparnya.

Target yang diharapkan dari panitia, peserta memperoleh pemahaman atau penyadaran sistem pengelolaan dan pemanfaatan limbah B3, menghasilkan sebuah kesimpulan dan krisis pengelolaan limbah B3, serta mendapatkan informasi tentang metode pengelolaan dan penyimpanan limbah B3. Sehingga output kedepan pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan penanganan dan pengelolaan serta penanggulangan limbah B3 sesuai undang-undang yang berlaku, dan juga dapat memahami metode pengelolaan, penyimpanan dan pengangkutan limbah B3 yang dihasilkan dapat meluaskan pemahaman sehingga upaya pencegahaan terjadinya penularan penyakit yang diakibatkan dari limbah B3 dan penyemaran lingkunan yang diakibatkan limbah B3. (pdeit)