TUBERCULOSIS (TBC)

image (48)

TUBERCULOSIS ITU APA?

  • TBC - singkatan Tuberculosis, adalah penyakit yang disebabkan infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis
  • TBC dapat merusak paru-paru manusia atau bagian tubuh lain dan mengakibatkan sakit parah.

TERSEBARNYA BAGAIMANA?

  • TBC tersebar lewat udara bila orang yang mengidap TBC di paru-paru atau tenggorokan batuk,bersin atau berbicara dan ‘mengirimnya’ ke udara.
  • Kalau kuman ini terhirup orang lain, dia bisa terkena infeksi.
  • Mendapatnya kebanyakan dari pergaulan yang sering dan lama, seperti dengan anggota keluarga atau teman.
  • TBC tidak tersebar dari alat rumah tangga, misalnya sendok garpu, piring mangkuk, gelas, seprai, pakaian atau telepon - jadi tidak perlu memakai alat rumah tangga masing-masing.

APA PERBEDAAN DI ANTARA INFEKSI TBC DAN PENYAKIT TBC?

Infeksi TBC : Kuman TBC berada di dalam tubuh tapi ‘tidak aktip’ yang pada umumnya bisa dikendalikan ketahanan tubuh, namun kumannya dapat tetap hidup dalam keadaan tidak aktip ini.

  • Selama kumannya tidak aktip, tidak dapat terjadi kerusakan atau penyebaran kepada orang lain.Orangnya ‘terkena infeksi’ tapi tidak sakit. Pada 90% dari orang yang terkena, kuman ini akan tetap tidak aktip. Infeksinya dapat diketahui dari hasil positip Ujicoba Kulit Tuberculin.

Penyakit TBC: Walaupun sudah bertahun-tahun, kuman TBC tidak aktip dapat menjadi aktip jika ketahanan tubuh melemah misalnya karena tua, sakit parah, kejadian menekan, penyalahgunaan obat bius atau minuman keras, infeksi HIV(virus penyebab AIDS) dan lain-lain.

  • Kalau kuman TBC tidak aktip menjadi aktip, penyakit TBC bisa terjadi.
  • Hanya sekitar 10% dari orang yang terkena kumannya akan mendapat penyakit TBC.
  • Yang paru-paru atau tenggorokannya terkena TBC dapat menulari orang lain.
  • Sesudah 2 minggu minum obat, pada umumnya pengidap penyakit TBC tidak dapat menyebarkan kumannya lagi.
  • Pengidap TBC di bagian lain tubuh tidak menulari.

APA SAJA GEJALANYA?

TBC bisa menyerang bagian tubuh yang mana pun,tapi paru-paru yang paling sering. Pengidapnya mungkin mendapat aneka gejala sebagai berikut:

  • batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu,
  • demam,
  • berat badan turun tanpa sebab,
  • keringat malam,
  • senantiasa lelah,
  • nafsu makan berkurang,
  • dahak bebercak darah, atau
  • sakit dan bengkak di bagian yang terkena, bagi TBC yang di luar paru-paru.

Ada juga pengidap penyakit TBC aktip yang hanya bergejala ringan.

SIAPA SAJA YANG MENGHADAPI BAHAYA?

  • Orang yang sering dan lama bergaul dengan seorang pengidap TBC di paru-paru atau saluran napas yang menular.
  • Orang yang menderita kanker, termasuk Lymphoma atau penyakit Hodgkin
  • Orang yang memakai obat yang mempengaruhi sistem ketahanannya misalnya corticosteroids, cyclosporin atau obat kemoterapi
  • Orang yang mengidap HIV/AIDS, atau berpenyakit menahun yang mempengaruhi sistem ketahanannya.

BAGAIMANA MENCEGAHNYA?

  • Pengidap TBC di paru-paru diminta menutupi hidung dan mulutnya apabila mereka batuk atau bersin.
  • Pengidap TBC menular di paru-paru dipisahkan dari orang lain sampai tidak bisa menulari lagi.
  • Beberapa orang yang diagnosanya Infeksi TBC ditawari sederet pengobatan pencegahan.
  • Bagi jenis TBC yang menjadikan nyawa terancam, vaksin BCG dapat melindungi anak-anak yang bepergian ke negara yang biasa kejangkitan TBC. Pada umumnya BCG tidak disarankan.

DIAGNOSANYA BAGAIMANA?

Untuk yang di dalam paru-paru :

  • Potret sinar X dapat menunjukkan apakah penyakit TBC sudah mengenai paru-paru.
  • Ujicoba dahak menunjukkan apakah ada kuman TBC pada dahak yang keluar. Jika orangnya tidak dapat mengeluarkan dahak, ujicoba lain mungkin diperlukan.

Untuk yang di luar paru-paru:

  • Ujicoba seperti biopsi jarum halus, contoh dari luka, contoh dari pembedahan atau contoh air seni dini hari dapat membantu diagnosa TBC.

PENGOBATANNYA?

  • Infeksi TBC, dokternya bisa menyarankan sederet tablet (tindakan pencegahan) atau secara berkala memantaunya dengan potret sinar X.
  • Penyakit TBC diobati dengan gabungan antibiotika khusus setidaknya 6 bulan. Antibiotika TBC ini diminum di bawah pengawasan perawat klinik dada guna memperhatikan dampak sampingnya dan meyakinkan pengobatannya sudah selesai.
  • Pengidap TBC dapat sembuh jika menyelesaikan pengobatannya.
  • Selama diobati, pengidap TBC dapat kembali ke kegiatan seperti biasa jika sudah tidak menulari lagi.
  • Jika tidak minum obat, pengidapnya bisa menjadi sakit parah, bahkan meninggal.

KETERANGAN LEBIH LANJUT

  • Hubungilah Klinik Paru terdekat atau dokter langganan Anda.
  • Pemeriksaan dan pengobatan TBC di klinik paru itu menjaga kerahasiaan
  • Layanan Klinik Paru ini termasuk merawat dan mengelola pasien pengidap TBC serta melacak orang yang berhubungan dan pemeriksaannya yang diperlukan.