EMR menjadi sarana pelayanan utama

image (48)

Kemajuan teknologi informasi dimanfaatkan oleh manajemen rumah sakit untuk pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi. Tujuan utama SIMRS adalah efisiensi dan kecepatan pelayanan serta untuk pengambilan keputusan direksi, baik menyangkut keputusan terhadap masalah logistik, administrasi dan keuangan. Kemajuan ini telah melahirkan paradigma baru dalam manajemen informasi kesehatan termasuk didalamnya manajemen rekam medis elektronik (digital) yang telah merubah pola pikir dan pola tindak para praktisi profesi rekam medis, para ahli manajemen informasi kesehatan, para praktisi hukum dan para arsiparis (profesi kearsipan).

Perubahan tersebut juga telah diikuti dengan penyesuaian dalam peraturan perundang-undangan, dimana Permenkes No. 749a tahun 1989 tentang rekam medis belum menyinggung mengenai rekam medis elektronik sedangkan Permenkes tentang rekam medis yang baru yaitu Permenkes No. 269 tahun 2008 telah terdapat aturan rekam medis elektronik. Dengan demikian Permenkes No. 269 tahun 2008 tentang rekam medis ini menjadi dasar hukum penerapan rekam medis elektronik di Indonesia.

Rekam medis elektronik adalah setiap catatan, pernyataan, maupun interpretasi yang dibuat oleh dokter atau petugas kesehatan lain dalam rangka diagnosis dan penanganan pasien yang dimasukkan dan disimpan dalam bentuk penyimpanan elektronik (digital) melalui sistem komputer. “Electronic Medisal Record (EMR): an electronic sistem automate paper-base medisal record

“Rekam Medis Elektronik (RME) adalah suatu sistem rekam medis yang menggunakan elektronik berdasarkan lembaran kertas/berkas rekam medis.”

Faktor-faktor penghambat adopsi kegiatan rekam medis elektronik adalah:

Pihak manajemen rumah sakit:

  • Ketidaksiapan pengetahuan sumber daya manusia yang mengerti masalah kedokteran sekaligus masalah teknologi komputer dalam rangka penyelenggaraan rekam medis elektronik dan standar terminologi klinik
  • Modal awal yang besar untuk investasi
  • Resistensi para dokter

Pihak klinikus atau dokter:

  • Kurang memahami aplikasi komputer, masalah privacy, confidential, dan keamanan data
  • Butuh waktu yang lama memasukkan data
  • Egoisme profesi

Faktor-faktor pendukung adopsi rekam medis elektronik adalah:

  • Perubahan ekonomi kesehatan dimana terdapat kecenderungan untuk penghematan
  • Peningkatan pengunaan computer dalam populasi umum
  • Perubahan kebijakan pemerintah
  • Peningkatan dukungan terhadap komputerisasi klinik
  • Tuntutan keselamatan pasien
  • Kebutuhan keputusan klinis bagi pemetaan epidemologi dan pola penyakit masyarakat

Rekam medis elektronik atau digital pada dasarnya merupakan perubahan bentuk atau wujud dari berkas kertas menjadi elektronik atau digital dengan pengertian apa yang biasanya kegiatan pencatatan pasien diatas kertas sekarang semuanya sudah terekam dalam sistem komputer.

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan adopsi dari perkembangan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan, ini merupakan suatu inovasi. Nama lain RME : Electronic Medisal Record (EMR). Electronic Health Record (HER). Komputerized Patient Record (CPR).

Jenis data yang dapat disimpan dalam rekam medis elektronik adalah:

  • Teks dalam bentuk kode, narasi, dan laporan
  • Gambar dalam bentuk grafik komputer, hasil scanning, foto rontgen digital
  • Suara, misalnya suara jantung atau suara paru
  • Video, misalnya proses operasi atau tindakan medis lainnya

Komponen Fungsional RME adalah:

  1. Data pasien terintegrasi
  2. Dukungan keputusan klinik
  3. Pemasukan perintah klinikus
  4. Akses terhadap sumber pengetahuan
  5. Dukungan komunikasi terpadu

Revolusi Teknologi Informatika Kesehatan telah membuat suatu terobosan dalam rekam medis berbasis butiran informasi dan diolah dengan pendekatan elektronik (RM/K-e) yang merupakan versi evolusi ke 5 dimana evolusi bentuk fisik rekam medis dimulai dari (1) manajemen rekam medis bentuk kertas secara independen dalam lintas pelayanan; (2) scaning dokumen kertas untuk banyak penggunaan;(3) sistem automatis menghasilkan data pasien secara elektronis;(4) mengintegrasi sitem pelayanan pasien lintas wilayah secara elektronis;(5) integrasi jaringan Manajemen Informasi Kesehatan secara elektronis.

Manfaat dari pelaksanaan rekam medis elektronik adalah:

  • Penelusuran dan pengiriman informasi mudah
  • Bisa dikaitkan dengan informasi diluar rumah sakit
  • Penyimpanan lebih ringkas, data dapat ditampilkan dengan epat sesuai kebutuhan
  • Pelaporan lebih mudah dan secara otomatis
  • Kualitas data dan standar dapat dikendalikan
  • Dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak pendukung keputusan.