ATURAN TEPAT MINUM OBAT

image (48)

Dokter memberi resep obat dan apoteker berperan menyerahkan dan mengedukasi tentang obat. Setelah itu keamanan penggunaan obat merupakan tanggung jawab kita sebagai pasien. Banyak hal sering terlewat untuk ditanyakan pada dokter dan apoteker. Berikut beberapa jawaban atau tips tentang cara konsumsi obat dengan tepat. Obat yang dikonsumsi bertujuan untuk mengobati atau mencegah penyakit. Obat memiliki sifat, jenis dan bentuk yang berbeda-beda sehingga perlu untuk mengetahui lebih seksama sebelum mengkonsumsinya mulai dari cara mengkonsumsi, cara penyimpanan, hingga efek samping yang mungkin akan timbul. Terlebih obat yang dikonsumsi tanpa resep dokter, merupakan keharusan untuk membaca brosur pada kemasan tentang cara penggunaan dan penyimpanan.

Jenis Obat Berdasarkan Cara Penggunaannya
Obat yang umumnya dikonsumsi adalah tablet yang ditelan, sirup atau suntikan. Tetapi banyak obat lain dengan cara penggunaan yang “tidak biasa”. Berikut beberapa jenis obat berdasarkan cara penggunaannya:

  • Buccal: Taruh tablet pada dalam mulut antara gigi dengan pipi
  • Oral: Obat yang masuk melalui mulut dan langsung ditelan
  • Sublingual: obat yang diletakkan pada bawah lidah
  • Nasal: obat dimasukkan pada hidung dengan semprotan atau tetes
  • Ophthalmic: obat yang diberikan ke mata dan dapat berupa tetes, gel atau salep
  • Rectal atau suppositoria: obat yang dimasukkan kedalam rectum
  • Transdermal: obat yang diberikan dengan menempelkan pada kulit (koyo)
  • Topical: obat yang dioleskan pada kulit (gel, salep, krim)

Tidak semua obat dapat bekerja baik jika dikonsumsi melalui mulut karena akan hancur oleh asam yang terdapat pada pencernaan. Oleh sebab itu obat diberikan melalui cara yang berbeda untuk masuk kedalam tubuh.

Dosis dan Waktu Konsumsi Obat
Dosis obat yang diresepkan oleh dokter akan dihitung secara hati-hati berdasarkan usia, berat badan, kondisi kesehatan ginjal, hati dan kondisi kesehatan lainnya. Ketepatan dosis obat berkaitan dengan efek yang akan diberikan oleh obat setelah dikonsumsi. obat perlu mencapai kadar tertentu dalam darah untuk memberikan efek.

Faktor yang berperan tidak hanya dosis, tetapi juga waktu obat dikonsumsi. Umumnya pada brosur obat bebas atau etiket obat resep akan tertulis seperti 3x1 atau sehari 3 kali 1 tablet. Arti dari informasi tersebut adalah obat dikonsumsi sebanyak 3 kali dalam sehari atau 24 jam. Bagaimana jadwal minum obatnya?
Berikut contohnya:
Paracetamol 3x1
Waktu tepat untuk minum obat adalah 24 : 3= 8 (Obat perlu dikonsumsi setiap 8 jam).
Jika pada awal obat dikonsumsi pukul 07.00 maka selanjutnya adalah pukul 15.00 dan begitu seterusnya.

Ketepatan waktu minum obat juga dapat mempengaruhi efek dari obat. Mengkonsumsi obat dengan jeda terlalu pendek dapat menyebabkan kadar obat dalam darah menjadi terlalu tinggi dan bisa berakibat efek yang tidka diinginkan. Jika obat dikonsumsi dengan jeda terlalu panjang maka kadar obat dalam darah akan menurun dan membuat obat tidak bekerja secara maksimal.

Tips Mengkonsumsi Obat Bebas
Beberapa hal perlu diketahui agar obat bebas aman untuk dikonsumsi

  • Pastikan untuk menyampaikan pada apoteker tentang obat-obat yang sedang dikonsumsi.
  • Pastikan untuk menyampaikan alergi yang dimiliki
  • Pastikan untuk menyampaikan jika sedang hamil atau menyusui
  • Baca petunjuk, peringatan dan tindakan pencegahan pada label dalam kemasan.
  • Minum obat dengan menggunakan air putih
  • Hindari mencampur obat dengan makanan, mengunyah obat atau menghancurkan obat tanpa info dari apoteker karena dapat mengubah cara kerja obat.
  • Jangan mengkonsumsi vitamin pada saat yang sama saat minum obat, karena vitamin dan mineral dapat berinteraksi dengan obat.
  • Jangan mengkonsumsi obat dengan alcohol